Strategi Bisnis Property – Memulai dan Membangun Tanpa Modal

Namun, apakah sistem BOT benar-benar menjanjikan seperti umum diterapkan dalam konsensi jalan tol?? Pengamat ekonomi kota dan dosen real estate FEUI Ruslan Prijadi berkomentar bahwa kerjasama BOT pada dasarnya suatu hal yang lazim dalam bisnis property.

Akan tetapi, sistem ini secara teori sangat mudah namun sulit dalam prakteknya. Ruslan memberi contoh seperti yang terjadi dalam kasus penggunaan area lahan di kawasan Senayan yang merupakan milik pemerintah.

“Kalau proses kerjsama semacam itu lazim, sperti hotel besar, misalnya Plaza Senayan, stelah sekian tahun dikembalikan ke pemerintah. Tapi mungkin nggak sih orang awam melakukan itu”. Menurut Ruslan seorang yang menerapkan sistem BOT harus berpengalaman, kepercayaan dari investor, dan menyediakan waktu yang cukup untuk mengelola bisnisnya. “BOT apapun namanya sangat bergantung pada kontrak, pada awal menerima berapa, di ujungnya berapa,” tuturnya.

Namun, Ia mengatakan lagi bahwa, bagi seorang pemilik lahan maupun investor tentunya memang tidak mudah percaya kepada pihak yang mengajukan sistem BOT seperti yang dilakukan oleh Ajib Hamdani ketika akan membangun bisnis kos-kosan. Baginya seseorang tak gampang begitu saja menyerahkan asset/uangnya kepada si penggagas BOT.

“Kalau saya sebagai investor disuruh memilih apa kompetisi anda? Nggak semudah itu. Kalau ada orang yang menyerahkan itu antara bodoh, atau memakai modal dari orang lainnya atau modal dirinya sendiri. Yang jelas tidak mudah, meskipun dia punya teman baik,” tuturnya.

Beliau juga menambahkan, seorang investor yang punya modal untuk membiayai sistem BOT tentu akan menuntut pihak penggagas BOT, dalam hal ini Ajib Hamdani. Bisnis dengan pola BOT apapun bentuknya termasuk kos -kosan perlu keterlibatan langsung dan makan waktu untuk mengelolanya.

“Yang punya tanah, dia akan bertanya, anda sudah mengerjakan apa saja, pernah dapat return apa dan berapa dan pengalamannya apa saja, apakah developer besar,” tuturnya. Menurut Ruslan sebagai pengembang kecil seperti Ajib Hamdani ketika memulai bisnis property berupa kost-kostan, bisa bersaing dengan pemodal besar yang tentu sudah lebih peka membaca bisnis seperti kost-kostan ditempat yang strategis.

Author: lapaksiapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *